|
SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER 2009 |
|
|
|
|
Wednesday, 21 October 2009 05:06 :
Last Updated on Wednesday, 21 October 2009 06:12 |
|
Lebih dari 5000 mahasiswa Islam dari seluruh penjuru nusantara berkumpul menghadiri Kongres Mahasiswa Islam Indonesia (KMII) dan menyatakan sumpahnya untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik, acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) pada Ahad 18 Oktober 2009. Acara yang semula direncanakan bertempat di dalam gedung Basket Hall Senayan Jakarta ternyata tidak mendapar izin dari pihak kepolisian. Menurut panitia, izin dicabut pada H-2 dengan alasan yang sangat tidak logis. Padahal acara tersebut telah mendapat rekomendasi dari Kementeriaan Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora). Sehingga panitia memutuskan untuk melangsungkan kongres di area luar Basket Hall (dengan bentuk "Kongres Jalanan"). Insyallah akan menjadi sejarah baru pergerakan Mahasiswa di Indonesia. Berikut adalah naskah sumpah tersebut.
SUMPAH MAHASISWA 18 OKTOBER 2009 Foto : Salah seorang Mahasiswa delegasi dari Irian Jaya sedang menandatangi Sumpah Mahasiswa Sejak kemerdekaan hingga lebih dari enam dekade, sekulerisme mengatur Indonesia, terlepas dari siapa pun yang berkuasa. Hal yang sama juga terjadi di negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah menyebabkan rakyat terus menerus hidup dalam berbagai krisis yang tidak berkesudahan. Sampai saat ini fakta kemiskinan, kebodohan, kedzaliman, ketidakadilan, disintegrasi dan berbagai problem lain, termasuk penjajahan dalam segala bentuknya, senantiasa mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Sistem sekuler telah mengakibatkan potensi sumberdaya alam dan kekayaan mineral yang sangat melimpah tidak mampu membuat rakyat hidup dalam kebaikan. Justru sebaliknya, rakyat hidup dalam penderitaan. Semua potensi dan kekayaan alam yang dimiliki seolah tidak memberikan arti apa-apa buat hidup rakyat. Oleh karena itu, setelah kami melihat, mencermati dan menganalisa fakta kerusakan yang ada serta merumuskan kondisi ideal, maka demi Allah, Zat yang jiwa kami berada dalam genggaman-Nya, kami mahasiswa Indonesia bersumpah : - Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
- Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan - untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
- Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
- Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.
- Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT.
|
|
Photos of Uthmani Khilafah during Sultan Abdul Hamid II rule |
|
|
|
|
Written by Abdurrohim Ats-Tsauriy
|
|
Wednesday, 23 September 2009 02:57 :
Last Updated on Thursday, 24 September 2009 08:04 |
Sulthan Abdul Hamid II yang merupakan salah satu Kholifah Islam terakhir di Kekhilafahan Turki Utsmani pada saat itu telah menugaskan agar memfoto tentang Khilafah Utsmani. Berikut ini adalah link yang berisi foto-foto Kekhilafahan terakhir. Hal ini tentu saja merupakan kebanggaan bagi kita umat Islam tentang realitas kegemilangan Khilafah Islamiyah. Klik disini Saya sarankan supaya menyimpan (save) foto-foto tersebut ke komputer/laptop antum, agar jika suatu saat situs tersebut mengalami masalah, kita bisa tetap memiliki foto-foto tersebut.
|
|
|
Kesunnahan Melafadzkan Niat (Talaffudz Binniyah)) |
|
|
|
|
Written by Abdurrohim Ats-Tsauriy
|
|
Thursday, 21 January 2010 05:49 :
Last Updated on Friday, 22 January 2010 15:18 |
Melafadzkan niat sudah masyhur dikalangan masyarakat, hal ini bukan tanpa dasar tapi karena memang memiliki landasan dalam ilmu fiqh. Contoh melafadzkan niat adalah membaca “ushulli fardhush shubhi rak’atayni mustaqbilal kiblati ada’an lillahi ta’ala”, hal semacam ini biasa dibaca oleh kalangan Muslimin (terutama di Indonesia) sebelum Takbiratul Ihram artinya dibaca sebelum melaksanakan shalat, tidak bersamaan dengan shalat dan bukan bagian dari rukun shalat. Seperti yang sudah diketahui bahwa permulaan shalat adalah niat dan takbiratul ihram dilakukan bersamaan dengan niat. Niat tidak mendahului takbir (Takbiratul Ihram) dan tidak pula sesudah takbir. Sebagaimana dikatakan oleh al-Imam asy-Syafi’I dalam kitab Al-Umm Juz 1, pada Bab Niat pada Shalat (باب النية في الصلاة ) ;
قال الشافع: والنية لا تقوم مقام التكبير ولا تجزيه النية إلا أن تكون مع التكبير لا تتقدم التكبير ولا تكون بعده “..niat tidak bisa menggantikan takbir, dan niat tiada memadai selain bersamaan dengan Takbir, niat tidak mendahului takbir dan tidak (pula) sesudah Takbir.” Sekali lagi, niat itu bersamaan dengan Takbir. Hal senada juga dinyatakan oleh al-‘Allamah asy-Syaikh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibariy asy-Syafi’i dalam Fathul Mu’in Hal 16 ;
. (مقرونا به) أي بالتكبير، (النية) لان التكبير أول أركان الصلاة فتجب مقارنتها به، “..Takbiratul ihram harus dilakukan bersamaan dengan niat (shalat), karena takbir adl rukun shalat yang awal, maka wajib bersamaan dengan niat” Al-Imam An-Nawawi, didalam Kitab Raudhatut Thalibin, pada fashal (فصل في النية يجب مقارنتها التكبير) يجب أن يبتدىء النية بالقلب مع ابتداء التكبير باللسان “diwajibkan memulai niat dengan hati bersamaan dengan takbir dengan lisan”
|
|
Baca Lanjutannya ...
|
|
Generasi Sekarang Dan Daulah Khilafah Islamiyah |
|
|
|
|
Written by Abdurrohim Ats-Tsauriy
|
|
Wednesday, 14 October 2009 03:45 :
Last Updated on Wednesday, 14 October 2009 04:19 |
|
Generasi sekarang belum pernah menyaksikan Daulah Islam yang menerapkan Islam. Begitu pula generasi yang hidup pada akhir masa Daulah Islam (Daulah Utsmaniyah) yang berhasil diruntuhkan Barat. Mereka hanya dapat menyaksikan sisa-sisa negara tersebut dengan secuil sisa-sisa Pemerintahan Islam. Karena itu, sulit sekali bagi seorang muslim untuk memperoleh gambaran tentang Pemerintahan Islam yang mendekati fakta sebenarnya sehingga dapat disimpan dalam benaknya. Anda tidak akan mampu menggambarkan bentuk pemerintahan tersebut, kecuali dengan standar sistem demokrasi yang rusak yang anda saksikan, yang dipaksakan atas negeri-negeri Islam. Kesulitannya bukan hanya itu.
Masih ada yang lebih sulit lagi yaitu mengubah benak (pemikiran) yang sudah terbelenggu oleh tsaqafah Barat. Tsaqafah tersebut merupakan senjata yang digunakan Barat untuk menikam Daulah Islam, dengan tikaman yang luar biasa, hingga mematikannya. Barat lalu memberikan senjata itu kepada generasi muda negara tersebut, dalam kondisi masih meneteskan darah “ibu”mereka yang baru saja terbunuh, sambil berkata dengan sombong, “Sungguh aku telah membunuh ibu kalian yang lemah itu, yang memang layak dibunuh karena perawatannya yang buruk terhadap kalian. Aku janjikan kepada kalian perawatan yang akanmembuat kalian bisa merasakan kehidupan bahagia dan kenikmatan yang nyata”. Kemudian, mereka mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan si pembunuh, padahal senjata sang pembunuh itu masih berlumuran darah ibu mereka. Perlakuan pembunuh itu kepada mereka seperti serigala yang membiarkan mangsanya lari, lalu dikejar lagi agar dapat ditangkap dan dimangsa. Mangsanya itu tidak akan bangun lagi kecuali diterkam kembali hingga darahnya mengucur atau dibanting ke dalam jurang, kemudian serigala itu memangsanya.
|
|
Baca Lanjutannya ...
|
|